{"id":808,"date":"2023-07-28T16:49:41","date_gmt":"2023-07-28T16:49:41","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/"},"modified":"2023-07-28T16:49:41","modified_gmt":"2023-07-28T16:49:41","slug":"kurva-batuan-spss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/","title":{"rendered":"Cara membuat dan menafsirkan kurva roc di spss"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi logistik<\/a> <span style=\"color: #000000;\">adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika variabel responsnya biner. Untuk mengevaluasi seberapa cocok model regresi logistik dengan kumpulan data, kita dapat melihat dua metrik berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sensitivitas:<\/strong> probabilitas model memprediksi hasil positif untuk suatu observasi padahal hasilnya benar-benar positif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekhususan:<\/strong> probabilitas model memprediksi hasil negatif untuk suatu observasi padahal hasilnya sebenarnya negatif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara sederhana untuk memvisualisasikan kedua metrik ini adalah dengan membuat <strong>kurva ROC<\/strong> , yaitu grafik yang menampilkan sensitivitas dan spesifisitas model regresi logistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Contoh: Kurva ROC di SPSS<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah kita memiliki kumpulan data berikut yang menunjukkan apakah seorang pemain bola basket direkrut ke NBA atau tidak (0 = tidak, 1 = ya) serta rata-rata poin per permainannya di perguruan tinggi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8913 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss1.png\" alt=\"\" width=\"337\" height=\"455\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk membuat kurva ROC untuk kumpulan data ini, klik tab <strong>Analisis<\/strong> , lalu <strong>Klasifikasikan<\/strong> , lalu <strong>Kurva ROC<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8914 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss2.png\" alt=\"\" width=\"491\" height=\"476\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di jendela baru yang muncul, seret variabel <strong>draf<\/strong> ke dalam area berlabel Variabel Status. Tetapkan nilai variabel status menjadi <strong>1<\/strong> . (Ini adalah nilai yang menunjukkan seorang pemain telah direkrut). Seret <strong>titik<\/strong> variabel ke dalam area berlabel Variabel Uji.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Centang kotak di samping <strong>Dengan garis referensi diagonal<\/strong> dan <strong>koordinat titik kurva ROC<\/strong> . Lalu klik <strong>oke<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8915 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss3.png\" alt=\"\" width=\"434\" height=\"329\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Ringkasan pemrosesan file:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel ini menampilkan jumlah kasus positif dan negatif dalam dataset. Dalam contoh ini, 8 pemain direkrut (hasil positif) dan 6 pemain tidak direkrut (hasil negatif):<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8916 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss4.png\" alt=\"Menafsirkan kurva ROC di SPSS\" width=\"184\" height=\"296\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kurva ROC:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) merupakan plot nilai sensitivitas versus spesifisitas 1 seiring perubahan nilai ambang batas dari 0 menjadi 1:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8917 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss5.png\" alt=\"Kurva ROC di SPSS\" width=\"392\" height=\"436\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi akan memiliki kurva ROC yang sesuai dengan sudut kiri atas plot. Model dengan sensitivitas dan spesifisitas rendah akan memiliki kurva mendekati diagonal 45 derajat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa kurva ROC (garis biru) dalam contoh ini berada di sudut kiri atas plot, yang menunjukkan bahwa model tersebut berhasil memprediksi pemain apakah akan direkrut atau tidak, berdasarkan poin rata-rata mereka per game. . .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Area di bawah kurva:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Area di bawah kurva memberi kita gambaran tentang kemampuan model dalam membedakan hasil positif dan negatif. AUC dapat berkisar dari 0 hingga 1. Semakin tinggi AUC, semakin baik model dalam mengklasifikasikan hasil dengan benar.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8918 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss6.png\" alt=\"AUC pada kurva ROC di SPSS\" width=\"189\" height=\"252\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa AUC untuk model regresi logistik khusus ini adalah <strong>0,948<\/strong> , yang merupakan angka yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut mampu memprediksi dengan baik apakah seorang pemain akan direkrut atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Koordinat kurva:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel terakhir ini menampilkan sensitivitas dan spesifisitas 1 kurva ROC untuk ambang batas yang berbeda.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8919 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss7.png\" alt=\"Menafsirkan koordinat kurva dalam regresi logistik di SPSS\" width=\"283\" height=\"376\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kami mengizinkan ambang batas menjadi <strong>8,50<\/strong> , ini berarti kami memperkirakan bahwa setiap pemain yang mencetak kurang dari 8,50 poin per game tidak akan direkrut, dan setiap pemain yang mencetak lebih dari 8,50 poin per game akan direkrut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Menggunakan ini sebagai ambang batas, <strong>sensitivitas<\/strong> kami akan menjadi 100% (karena setiap pemain yang mencetak kurang dari 8,50 poin per game memang tidak direkrut) dan <strong>spesifisitas kami 1<\/strong> akan menjadi <strong>66,7%<\/strong> (karena 8 pemain dari 12 yang mencetak lebih dari 8,50 poin per game dirancang).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel di atas memungkinkan kita melihat sensitivitas dan spesifisitas 1 untuk setiap ambang batas potensial.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi logistik adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika variabel responsnya biner. Untuk mengevaluasi seberapa cocok model regresi logistik dengan kumpulan data, kita dapat melihat dua metrik berikut: Sensitivitas: probabilitas model memprediksi hasil positif untuk suatu observasi padahal hasilnya benar-benar positif. Kekhususan: probabilitas model memprediksi hasil negatif untuk suatu observasi padahal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat dan Menafsirkan Kurva KOP di SPSS - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat dan Menafsirkan Kurva KOP di SPSS - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T16:49:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/\",\"name\":\"Cara Membuat dan Menafsirkan Kurva KOP di SPSS - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T16:49:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T16:49:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat dan menafsirkan kurva roc di spss\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat dan Menafsirkan Kurva KOP di SPSS - Statologi","description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat dan Menafsirkan Kurva KOP di SPSS - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T16:49:41+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rocspss1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/","name":"Cara Membuat dan Menafsirkan Kurva KOP di SPSS - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T16:49:41+00:00","dateModified":"2023-07-28T16:49:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan kurva ROC di SPSS.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-batuan-spss\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat dan menafsirkan kurva roc di spss"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/808"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/808\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}