{"id":813,"date":"2023-07-28T16:24:46","date_gmt":"2023-07-28T16:24:46","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/"},"modified":"2023-07-28T16:24:46","modified_gmt":"2023-07-28T16:24:46","slug":"anova-dua-arah-spss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/","title":{"rendered":"Cara melakukan anova dua arah di spss"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">ANOVA<\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dua arah<\/a> <span style=\"color: #000000;\">digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tujuan dari ANOVA dua arah adalah untuk mengetahui pengaruh dua faktor terhadap suatu variabel respon dan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: ANOVA dua arah di SPSS<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang ahli botani ingin mengetahui apakah pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman. Ia menanam 30 benih dan membiarkannya tumbuh selama dua bulan dalam kondisi paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman yang berbeda. Setelah dua bulan, dia mencatat tinggi tiap tanaman, dalam inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasilnya ditunjukkan di bawah ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8973 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss1.png\" alt=\"\" width=\"327\" height=\"651\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan ANOVA dua arah untuk menentukan apakah frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, dan untuk menentukan apakah terdapat pengaruh interaksi antara frekuensi air dan paparan sinar matahari. penyiraman dan paparan sinar matahari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Lakukan ANOVA dua arah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Klik tab <strong>Analisis<\/strong> , lalu <strong>General Linear Model<\/strong> , lalu <strong>Univariate<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8974 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss2.png\" alt=\"\" width=\"528\" height=\"435\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tarik <strong>tinggi<\/strong> variabel respon ke dalam kotak berlabel Variabel Dependen. Tarik kedua variabel faktor <strong>air<\/strong> dan <strong>matahari<\/strong> ke dalam kotak berlabel Faktor Tetap:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-8975 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss3.png\" alt=\"\" width=\"394\" height=\"333\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, klik tombol <strong>Plot<\/strong> . Seret <strong>air<\/strong> ke area berlabel Sumbu Horizontal dan <strong>matahari<\/strong> ke area berlabel Garis Terpisah. Lalu klik <strong>Tambah<\/strong> . Kata <strong>air*matahari<\/strong> akan muncul di kotak berjudul Plot. Lalu klik <strong>Lanjutkan<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-8976 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss4.png\" alt=\"\" width=\"331\" height=\"510\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, klik tombol <strong>Post Hoc<\/strong> . Di jendela baru yang muncul, seret variabel <strong>matahari<\/strong> ke dalam kotak berlabel Post-Hoc Tests For. Kemudian centang kotak di sebelah <strong>Tukey<\/strong> . Lalu klik <strong>Lanjutkan<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8977 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss5.png\" alt=\"\" width=\"380\" height=\"357\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, klik tombol <strong>EM Means<\/strong> . Seret variabel berikut ke dalam kotak berlabel Tampilkan rata-rata untuk. Lalu klik <strong>Lanjutkan<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8978 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss6.png\" alt=\"Marginal artinya diperkirakan dalam SPSS\" width=\"402\" height=\"273\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, klik <strong>OK<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda klik <strong>OK<\/strong> , maka akan muncul hasil ANOVA dua arah. Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes efek antar subjek<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel pertama menampilkan nilai p untuk faktor <strong>air<\/strong> dan <strong>matahari<\/strong> , serta efek interaksi <strong>air*matahari<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8979 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss7.png\" alt=\"\" width=\"511\" height=\"301\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p-value masing-masing faktor berikut ini dapat kita lihat pada tabel:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>air:<\/strong> nilai p = 0,000<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>matahari:<\/strong> nilai p = 0,000<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>air*matahari:<\/strong> nilai p = 0,201<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p untuk air dan matahari kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap tinggi tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan karena nilai p untuk efek interaksi (0,201) tidak kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada efek interaksi yang signifikan antara paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perkiraan rata-rata marjinal<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel pertama menampilkan rata-rata observasi untuk setiap faktor:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-8980 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss8.png\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"571\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ketinggian rata-rata tanaman yang disiram setiap hari adalah <strong>5,893<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tinggi rata-rata tanaman di bawah paparan sinar matahari berat adalah <strong>6,62<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata tinggi tanaman yang disiram setiap hari <em>dan<\/em> banyak terkena sinar matahari adalah <strong>6,32<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengujian pasca-hoc<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel ini menampilkan nilai p untuk perbandingan post-hoc Tukey antara tiga tingkat paparan sinar matahari yang berbeda.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8981\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss9.png\" alt=\"Tes Tukey Post-Hoc untuk ANOVA Dua Arah di SPSS\" width=\"486\" height=\"367\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada tabel kita dapat melihat nilai p untuk perbandingan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">tinggi vs. rendah: | nilai p = <strong>0,000<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">tinggi vs sedang | nilai p = <strong>0,000<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">rendah vs sedang | nilai p = <strong>0,447<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara paparan sinar matahari tinggi dan rendah, serta paparan sinar matahari tinggi dan sedang, namun tidak ada perbedaan signifikan antara paparan sinar matahari rendah dan sedang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Laporkan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami dapat melaporkan hasil ANOVA dua arah. Berikut ini contoh cara melakukan ini:<\/span><\/p>\n<blockquote data-slot-rendered-dynamic=\"true\">\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA dua arah dilakukan untuk mengetahui apakah frekuensi penyiraman (harian atau mingguan) dan paparan sinar matahari (rendah, sedang, tinggi) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Sebanyak 30 tanaman digunakan dalam penelitian ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA dua arah mengungkapkan bahwa frekuensi penyiraman (p &lt;0,000) dan paparan sinar matahari (p &lt;0,000) keduanya memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman yang disiram setiap hari mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman yang disiram setiap minggu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selain itu, uji Tukey untuk beberapa perbandingan mengungkapkan bahwa tanaman yang mendapat paparan sinar matahari tinggi memiliki pertumbuhan jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman yang mendapat paparan sinar matahari sedang atau rendah. Namun tidak terdapat perbedaan nyata antara tanaman yang mendapat paparan sinar matahari sedang dan rendah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Juga tidak ada efek interaksi yang signifikan secara statistik antara frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor. Tujuan dari ANOVA dua arah adalah untuk mengetahui pengaruh dua faktor terhadap suatu variabel respon dan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap variabel respon. Tutorial ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di SPSS - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di SPSS - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T16:24:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/\",\"name\":\"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di SPSS - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T16:24:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T16:24:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan anova dua arah di spss\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di SPSS - Statorials","description":"Penjelasan sederhana cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di SPSS - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T16:24:46+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anova2spss1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/","name":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di SPSS - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T16:24:46+00:00","dateModified":"2023-07-28T16:24:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana cara melakukan ANOVA dua arah di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-spss\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan anova dua arah di spss"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/813"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/813\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}