{"id":814,"date":"2023-07-28T16:20:35","date_gmt":"2023-07-28T16:20:35","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/"},"modified":"2023-07-28T16:20:35","modified_gmt":"2023-07-28T16:20:35","slug":"pengukuran-berulang-anova-spss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/","title":{"rendered":"Cara melakukan pengukuran berulang anova di spss"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-pengukuran-berulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA pengukuran berulang<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok.<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA pengukuran berulang satu arah di SPSS.<\/span><\/p>\n<h3 data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Para peneliti ingin mengetahui apakah empat obat berbeda menyebabkan waktu reaksi berbeda. Untuk mengujinya, mereka mengukur waktu reaksi lima pasien terhadap empat obat berbeda. Karena setiap pasien diukur pada masing-masing empat obat, kami akan menggunakan ANOVA pengukuran berulang untuk menentukan apakah waktu reaksi rata-rata berbeda antar obat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selesaikan langkah-langkah berikut untuk melakukan pengukuran berulang ANOVA di SPSS.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Masukkan data berikut, yang menunjukkan waktu respons (dalam detik) dari lima pasien terhadap empat obat:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8990 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss1.png\" alt=\"\" width=\"403\" height=\"323\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan tindakan berulang ANOVA.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Klik tab <strong>Analisis<\/strong> , lalu <strong>Model Linier Umum<\/strong> , lalu <strong>Pengukuran Berulang<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-8992 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss2.png\" alt=\"\" width=\"542\" height=\"363\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada jendela baru yang muncul, masukkan <strong>obat<\/strong> untuk nama faktor intra-subyek. Ketik <strong>4<\/strong> untuk jumlah levelnya (karena setiap subjek penelitian menguji 4 obat berbeda), lalu klik <strong>Tambah<\/strong> . Ketik <strong>ResponseTime<\/strong> untuk <strong>Measure Name<\/strong> , lalu klik <strong>Add<\/strong> . Terakhir, klik <strong>Setel<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8993 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss3.png\" alt=\"\" width=\"252\" height=\"380\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di jendela baru yang muncul, seret keempat variabel obat ke dalam area berlabel <strong>Within-Subjects Variables<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-8994 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss4.png\" alt=\"\" width=\"412\" height=\"366\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, klik <strong>Plot<\/strong> . Seret <strong>obat<\/strong> variabel ke dalam area berlabel <strong>Sumbu Horizontal<\/strong> . Lalu klik <strong>Tambah<\/strong> . Lalu klik <strong>Lanjutkan<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8995 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss5.png\" alt=\"\" width=\"319\" height=\"489\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, klik <strong>EM Berarti<\/strong> . Seret variabel <strong>obat<\/strong> ke dalam kotak berlabel <strong>Show Means For<\/strong> . Kemudian centang kotak di samping <strong>Bandingkan efek utama<\/strong> dan pilih <strong>Bonferroni<\/strong> dari menu drop-down. Lalu klik <strong>Lanjutkan<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8997 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss6-1.png\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"292\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, klik <strong>OK<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda mengklik <strong>OK<\/strong> , akan muncul hasil pengukuran ANOVA yang diulang. Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes efek dalam subjek<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel ini menampilkan statistik F keseluruhan dan nilai p yang sesuai dari pengukuran ANOVA yang diulang. Kami biasanya menggunakan nilai dari baris berlabel <strong>Greenhouse-Geisser<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Menurut baris ini, statistik F adalah <strong>24,759<\/strong> dan nilai p yang sesuai adalah <strong>0,001<\/strong> . Karena nilai p ini kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam waktu respons rata-rata antara keempat obat.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8998 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss7.png\" alt=\"Output dari pengukuran berulang ANOVA di SPSS\" width=\"578\" height=\"252\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbandingan berpasangan<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kami menolak hipotesis nol, ini berarti bahwa setidaknya dua mean kelompok berbeda. Untuk menentukan kelompok rata-rata mana yang berbeda, kita dapat menggunakan tabel berikut yang menampilkan perbandingan berpasangan antara masing-masing obat.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8999 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss8.png\" alt=\"Perbandingan Berpasangan Bonferonni untuk ANOVA di SPSS\" width=\"543\" height=\"434\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada tabel kita dapat melihat nilai p untuk perbandingan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">obat 1 versus obat 2 | nilai p = <strong>1.000<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">obat 1 versus obat 3 | nilai p = <strong>0,083<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">obat 1 versus obat 4 | nilai p = <strong>0,010<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">obat 2 versus obat 3 | nilai p = <strong>0,071<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">obat 2 versus obat 4 | nilai p = <strong>0,097<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">obat 3 versus obat 4 | nilai p = <strong>0,011<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Satu-satunya nilai p yang kurang dari 0,05 adalah untuk obat 1 versus obat 4 dan obat 3 versus obat 4. Semua perbandingan lainnya memiliki nilai p lebih besar dari 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Grafik perkiraan rata-rata marjinal<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagan ini menampilkan perkiraan waktu respons rata-rata untuk setiap obat. Dari grafik tersebut, kita dapat melihat dengan jelas bahwa waktu respons bervariasi secara signifikan antara empat obat yang berbeda:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-9000 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss9.png\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"352\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Laporkan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Akhirnya, kami dapat melaporkan hasil pengukuran ANOVA yang berulang. Berikut ini contoh cara melakukan ini:<\/span><\/p>\n<blockquote data-slot-rendered-dynamic=\"true\">\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang satu arah dilakukan untuk menentukan apakah waktu reaksi rata-rata pasien berbeda antara empat obat yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang satu arah mengungkapkan bahwa jenis obat yang digunakan menghasilkan perbedaan waktu respons yang signifikan secara statistik (F = 24,75887, p = 0,001).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes Bonferroni untuk beberapa perbandingan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan waktu respons yang signifikan secara statistik antara pasien yang memakai obat 1 dan obat 4 serta obat 3 dan obat 4.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA pengukuran berulang digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA pengukuran berulang satu arah di SPSS. Contoh: Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS Para peneliti ingin mengetahui apakah empat obat berbeda menyebabkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS \u2013 Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA pengukuran berulang di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS \u2013 Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA pengukuran berulang di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T16:20:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS \u2013 Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T16:20:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T16:20:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA pengukuran berulang di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan pengukuran berulang anova di spss\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS \u2013 Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA pengukuran berulang di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS \u2013 Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA pengukuran berulang di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T16:20:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/repeteanovaspss1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/","name":"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA di SPSS \u2013 Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T16:20:35+00:00","dateModified":"2023-07-28T16:20:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA pengukuran berulang di SPSS, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-spss\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan pengukuran berulang anova di spss"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/814"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/814\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}