{"id":855,"date":"2023-07-28T13:03:16","date_gmt":"2023-07-28T13:03:16","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/"},"modified":"2023-07-28T13:03:16","modified_gmt":"2023-07-28T13:03:16","slug":"python-anova-dua-arah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/","title":{"rendered":"Cara melakukan anova dua arah dengan python"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tujuan dari ANOVA dua arah adalah untuk mengetahui pengaruh dua faktor terhadap suatu variabel respon dan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: ANOVA dua arah dengan Python<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang ahli botani ingin mengetahui apakah pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman. Ia menanam 30 benih dan membiarkannya tumbuh selama dua bulan dalam kondisi paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman yang berbeda. Setelah dua bulan, dia mencatat tinggi tiap tanaman, dalam inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan ANOVA dua arah untuk menentukan apakah frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, dan untuk menentukan apakah terdapat pengaruh interaksi antara frekuensi air dan paparan sinar matahari. penyiraman dan paparan sinar matahari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan membuat pandas DataFrame yang berisi tiga variabel berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>air:<\/strong> seberapa sering setiap tanaman disiram: setiap hari atau setiap minggu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>matahari:<\/strong> jumlah paparan sinar matahari yang diterima setiap tanaman: rendah, sedang, atau tinggi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>tinggi:<\/strong> tinggi setiap tanaman (dalam inci) setelah dua bulan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> numpy <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> np\n<span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> pandas <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> pd\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\ndf = pd.DataFrame({'water': np.repeat(['daily', 'weekly'], 15),\n                   'sun': np.tile(np.repeat(['low', 'med', 'high'], 5), 2),\n                   'height': [6, 6, 6, 5, 6, 5, 5, 6, 4, 5,\n                              6, 6, 7, 8, 7, 3, 4, 4, 4, 5,\n                              4, 4, 4, 4, 4, 5, 6, 6, 7, 8]})\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first ten rows of data<\/span> \ndf[:10]\n\n\twater sun height\n0 daily low 6\n1 daily low 6\n2 daily low 6\n3 daily low 5\n4 daily low 6\n5 daily med 5\n6 daily med 5\n7 daily med 6\n8 daily med 4\n9 daily med 5\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan ANOVA dua arah.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan melakukan ANOVA dua arah menggunakan <a href=\"https:\/\/www.statsmodels.org\/dev\/generated\/statsmodels.stats.anova.anova_lm.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fungsi anova_lm()<\/a> dari perpustakaan statsmodels:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> statsmodels.api <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> sm\n<span style=\"color: #107d3f;\">from<\/span> statsmodels.formula.api <span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> ols\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform two-way ANOVA<\/span>\nmodel = ols('height ~ C(water) + C(sun) + C(water):C(sun)', data=df).fit()\nsm.stats.anova_lm(model, typ=2)\n\n\t           sum_sq df F PR(&gt;F)\nC(water) 8.533333 1.0 16.0000 0.000527\nC(sun) 24.866667 2.0 23.3125 0.000002\nC(water):C(sun) 2.466667 2.0 2.3125 0.120667\nResidual 12.800000 24.0 NaN NaN\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p-value masing-masing faktor berikut ini dapat kita lihat pada tabel:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>air:<\/strong> nilai p = 0,000527<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>matahari:<\/strong> nilai p = 0,0000002<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>air*matahari:<\/strong> nilai p = 0,120667<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p untuk air dan matahari sama-sama kurang dari 0,05, ini berarti kedua faktor tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap tinggi tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan karena nilai p untuk efek interaksi (0,120667) tidak kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada efek interaksi yang signifikan antara paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Meskipun hasil ANOVA menunjukkan bahwa frekuensi penyiraman dan paparan sinar matahari mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap tinggi tanaman, kita perlu melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengujian post-hoc<\/a> untuk menentukan dengan tepat bagaimana perbedaan tingkat air dan sinar matahari mempengaruhi tinggi tanaman.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya dengan Python:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Satu Arah dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-tiga-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Tiga Arah dengan Python<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor. Tujuan dari ANOVA dua arah adalah untuk mengetahui pengaruh dua faktor terhadap suatu variabel respon dan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap variabel respon. Tutorial ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan ANOVA Dua Arah dengan Python - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah dengan Python - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T13:03:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/\",\"name\":\"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah dengan Python - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T13:03:16+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T13:03:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan anova dua arah dengan python\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah dengan Python - Statorials","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah dengan Python - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T13:03:16+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/","name":"Cara Melakukan ANOVA Dua Arah dengan Python - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T13:03:16+00:00","dateModified":"2023-07-28T13:03:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan ANOVA dua arah dengan Python.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-dua-arah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan anova dua arah dengan python"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/855"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=855"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/855\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}