{"id":856,"date":"2023-07-28T12:58:50","date_gmt":"2023-07-28T12:58:50","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/"},"modified":"2023-07-28T12:58:50","modified_gmt":"2023-07-28T12:58:50","slug":"pengukuran-berulang-anova-python","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tindakan berulang anova dengan python"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-pengukuran-berulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA pengukuran berulang<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok.<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA pengukuran berulang satu arah dengan Python.<\/span><\/p>\n<h2 data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Para peneliti ingin mengetahui apakah empat obat berbeda menyebabkan waktu reaksi berbeda. Untuk mengujinya, mereka mengukur waktu reaksi lima pasien terhadap empat obat berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena setiap pasien diukur pada masing-masing empat obat, kami akan menggunakan ANOVA pengukuran berulang untuk menentukan apakah waktu reaksi rata-rata berbeda antar obat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan pengukuran berulang ANOVA dengan Python.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan membuat pandas DataFrame untuk menyimpan data kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> numpy <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> np\n<span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> pandas <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> pd\n\n<span style=\"color: #008080;\">#createdata<\/span>\ndf = pd.DataFrame({'patient': np.repeat([1, 2, 3, 4, 5], 4),\n                   'drug': np.tile([1, 2, 3, 4], 5),\n                   'response': [30, 28, 16, 34,\n                                14, 18, 10, 22,\n                                24, 20, 18, 30,\n                                38, 34, 20, 44, \n                                26, 28, 14, 30]})\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first ten rows of data<\/span> \ndf.head[:10]\n\n\n\tpatient drug response\n0 1 1 30\n1 1 2 28\n2 1 3 16\n3 1 4 34\n4 2 1 14\n5 2 2 18\n6 2 3 10\n7 2 4 22\n8 3 1 24\n9 3 2 20<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan tindakan berulang ANOVA.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan melakukan pengukuran berulang ANOVA menggunakan <a href=\"https:\/\/www.statsmodels.org\/stable\/generated\/statsmodels.stats.anova.AnovaRM.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fungsi AnovaRM()<\/a> dari perpustakaan <strong>statsmodels<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">from<\/span> statsmodels.stats.anova <span style=\"color: #008000;\">import<\/span> AnovaRM\n<\/span>\n<span style=\"color: #008080;\">#perform the repeated measures ANOVA<\/span>\nprint(AnovaRM(data= <span style=\"color: #008000;\">df<\/span> , depvar=' <span style=\"color: #008000;\">response<\/span> ', subject=' <span style=\"color: #008000;\">patient<\/span> ', within=[' <span style=\"color: #008000;\">drug<\/span> ']).fit())\n\n              Anova\n====================================\n     F Value Num DF Den DF Pr &gt; F\n----------------------------------\ndrug 24.7589 3.0000 12.0000 0.0000\n====================================\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang menggunakan hipotesis nol dan alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis nol (H <sub>0<\/sub> ):<\/strong> \u00b5 <sub>1<\/sub> = \u00b5 <sub>2<\/sub> = \u00b5 <sub>3<\/sub> (rata-rata populasi semuanya sama)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis alternatif: (Ha):<\/strong> setidaknya satu rata-rata populasi berbeda dari rata-rata populasi lainnya<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, statistik uji F adalah <strong>24,7589<\/strong> dan nilai p yang sesuai adalah <strong>0,0000<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> ini kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam waktu respons rata-rata antara keempat obat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Laporkan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami akan melaporkan hasil pengukuran ANOVA yang kami lakukan berulang kali. Berikut ini contoh cara melakukan ini:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA pengukuran berulang satu arah dilakukan pada 5 orang untuk menguji pengaruh empat obat berbeda pada waktu respons.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat yang digunakan menghasilkan perbedaan waktu respons yang signifikan secara statistik (F(3, 12) = 24,75887, p &lt;0,001).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang pengukuran berulang ANOVA:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-vs-pengukuran-berulang-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah dan ANOVA tindakan berulang: perbedaannya<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-mengulangi-pengukuran-dengan-tangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Pengukuran Berulang Secara Manual<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-hipotesis-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tiga asumsi pengukuran berulang ANOVA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA pengukuran berulang digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga kelompok atau lebih di mana subjek yang sama muncul di setiap kelompok. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA pengukuran berulang satu arah dengan Python. Contoh: Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python Para peneliti ingin mengetahui apakah empat obat berbeda menyebabkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan dan menafsirkan ANOVA pengukuran berulang dengan Python.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan dan menafsirkan ANOVA pengukuran berulang dengan Python.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T12:58:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T12:58:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T12:58:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan dan menafsirkan ANOVA pengukuran berulang dengan Python.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tindakan berulang anova dengan python\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python - Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan dan menafsirkan ANOVA pengukuran berulang dengan Python.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan dan menafsirkan ANOVA pengukuran berulang dengan Python.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T12:58:50+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/","name":"Cara Melakukan Pengukuran Berulang ANOVA dengan Python - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T12:58:50+00:00","dateModified":"2023-07-28T12:58:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan dan menafsirkan ANOVA pengukuran berulang dengan Python.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengukuran-berulang-anova-python\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tindakan berulang anova dengan python"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/856\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}