{"id":873,"date":"2023-07-28T11:36:25","date_gmt":"2023-07-28T11:36:25","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/"},"modified":"2023-07-28T11:36:25","modified_gmt":"2023-07-28T11:36:25","slug":"anderson-cheri-menguji-python","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes anderson-darling dengan python"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Anderson-Darling<\/strong> adalah tes kesesuaian yang mengukur seberapa cocok data Anda dengan distribusi tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes ini paling sering digunakan untuk menentukan apakah data Anda mengikuti distribusi normal atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis uji ini berguna untuk menguji normalitas, yang merupakan asumsi yang umum digunakan dalam banyak uji statistik, termasuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi<\/a> , <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA<\/a> , uji-t, dan banyak lainnya.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Contoh: Tes Anderson-Darling dengan Python<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan tes Anderson-Darling dengan Python, kita dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/docs.scipy.org\/doc\/scipy\/reference\/generated\/scipy.stats.anderson.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fungsi anderson()<\/a> dari perpustakaan scipy.stats, yang menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Anderson(x, dist=&#8217;norma&#8217;)<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x<\/strong> : tabel data sampel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>dist<\/strong> : jenis distribusi yang akan diuji. Standarnya adalah &#8220;standar&#8221;, tetapi Anda juga dapat menentukan &#8220;expon&#8221; atau &#8220;logistik&#8221;.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, berikut cara melakukan uji Anderson-Darling pada sampel 50 variabel acak yang berdistribusi normal:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> numpy <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> np\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\nnp.random.seed(0)\ndata = np.random.normal(size=50)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Anderson-Darling Test<\/span> \n<span style=\"color: #107d3f;\">from<\/span> scipy.stats <span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> anderson\nanderson(data)\n\nAndersonResult( <span style=\"color: #3366ff;\">statistic<\/span> =0.15006999533388665,\n               <span style=\"color: #3366ff;\">critical_values<\/span> =array([0.538, 0.613, 0.736, 0.858, 1.021]),\n               <span style=\"color: #3366ff;\">significance_level<\/span> =array([15. , 10. , 5. , 2.5, 1. ]))\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik pengujiannya adalah <strong>0,150<\/strong> . Kita dapat membandingkan nilai ini dengan setiap nilai kritis yang sesuai dengan setiap tingkat signifikansi untuk melihat apakah hasil pengujiannya signifikan. Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis \u03b1 = 0,01 adalah <strong>1,021<\/strong> . Karena statistik uji (0,150) tidak lebih besar dari nilai kritis ini, maka hasilnya tidak signifikan pada tingkat signifikansi 0,01.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis \u03b1 = 0,025 adalah <strong>0,858<\/strong> . Karena statistik uji (0,150) tidak lebih besar dari nilai kritis ini, maka hasilnya tidak signifikan pada tingkat signifikansi 0,025.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa hasil pengujian tidak signifikan pada tingkat signifikansi apa pun, yang berarti kita tidak akan menolak hipotesis nol dari pengujian tersebut. Oleh karena itu, kami tidak memiliki cukup bukti untuk menyatakan bahwa data sampel tidak terdistribusi secara normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ini seharusnya tidak mengejutkan mengingat kami menggunakan fungsi <strong>np.rand.normal()<\/strong> untuk menghasilkan sampel sebanyak 50 nilai yang terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai gantinya, pertimbangkan jika kita melakukan uji Anderson-Darling pada sampel 50 bilangan bulat acak antara 0 dan 10:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> numpy <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> np\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\nnp.random.seed(0)\ndata = np.random.randint(0, 10, size=50)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#perform Anderson-Darling Test<\/span> \n<span style=\"color: #107d3f;\">from<\/span> scipy.stats <span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> anderson\nanderson(data)\n\nAndersonResult( <span style=\"color: #3366ff;\">statistic<\/span> =1.1926463985076836,\n               <span style=\"color: #3366ff;\">critical_values<\/span> =array([0.538, 0.613, 0.736, 0.858, 1.021]),\n               <span style=\"color: #3366ff;\">significance_level<\/span> =array([15. , 10. , 5. , 2.5, 1. ]))\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik pengujiannya adalah <strong>1,1926<\/strong> . Kita dapat membandingkan nilai ini dengan setiap nilai kritis yang sesuai dengan setiap tingkat signifikansi untuk melihat apakah hasil pengujiannya signifikan. Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis \u03b1 = 0,01 adalah <strong>1,021<\/strong> . Karena statistik uji (1,1926) lebih besar dari nilai kritis ini, maka hasilnya signifikan pada tingkat signifikansi 0,01.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis \u03b1 = 0,025 adalah <strong>0,858<\/strong> . Karena statistik uji (1,1926) lebih besar dari nilai kritis ini, maka hasilnya signifikan pada tingkat signifikansi 0,025.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa hasil pengujian tersebut signifikan pada setiap tingkat signifikansi, yang berarti bahwa kita akan menolak hipotesis nol dari pengujian tersebut, apa pun tingkat signifikansi yang kita pilih untuk digunakan. Dengan demikian, kami mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa data sampel tidak berdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ini juga tidak mengherankan mengingat kami menggunakan fungsi <strong>np.rand.randint()<\/strong> untuk menghasilkan sampel 50 bilangan bulat acak antara 0 dan 10, yang kemungkinan besar tidak mengikuti distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>Anda dapat menemukan lebih banyak tutorial Python di sini<\/em> .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tes Anderson-Darling adalah tes kesesuaian yang mengukur seberapa cocok data Anda dengan distribusi tertentu. Tes ini paling sering digunakan untuk menentukan apakah data Anda mengikuti distribusi normal atau tidak. Jenis uji ini berguna untuk menguji normalitas, yang merupakan asumsi yang umum digunakan dalam banyak uji statistik, termasuk regresi , ANOVA , uji-t, dan banyak lainnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Tes Anderson-Darling dengan Python - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas dengan Python.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Tes Anderson-Darling dengan Python - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas dengan Python.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T11:36:25+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Tes Anderson-Darling dengan Python - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T11:36:25+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T11:36:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas dengan Python.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes anderson-darling dengan python\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Tes Anderson-Darling dengan Python - Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas dengan Python.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Tes Anderson-Darling dengan Python - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas dengan Python.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T11:36:25+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/","name":"Cara Melakukan Tes Anderson-Darling dengan Python - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T11:36:25+00:00","dateModified":"2023-07-28T11:36:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas dengan Python.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes anderson-darling dengan python"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}