{"id":883,"date":"2023-07-28T10:48:49","date_gmt":"2023-07-28T10:48:49","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/"},"modified":"2023-07-28T10:48:49","modified_gmt":"2023-07-28T10:48:49","slug":"python-regresi-linier","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap regresi linier dengan python"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi linier<\/strong> merupakan metode yang dapat kita gunakan untuk memahami hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi linier dengan Python.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: regresi linier dengan Python<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah jumlah jam yang dihabiskan untuk belajar dan jumlah ujian praktik yang diambil mempengaruhi nilai yang diterima siswa pada ujian tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengeksplorasi hubungan ini, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut dengan Python untuk melakukan regresi linier berganda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan membuat pandas DataFrame untuk menampung kumpulan data kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> pandas <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> pd\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data<\/span>\ndf = pd.DataFrame({'hours': [1, 2, 2, 4, 2, 1, 5, 4, 2, 4, 4, 3, 6, 5, 3, 4, 6, 2, 1, 2],\n                   'exams': [1, 3, 3, 5, 2, 2, 1, 1, 0, 3, 4, 3, 2, 4, 4, 4, 5, 1, 0, 1],\n                   'score': [76, 78, 85, 88, 72, 69, 94, 94, 88, 92, 90, 75, 96, 90, 82, 85, 99, 83, 62, 76]})\n<span style=\"color: #008080;\">\n#view data<\/span> \ndf\n\n        hours exam score\n0 1 1 76\n1 2 3 78\n2 2 3 85\n3 4 5 88\n4 2 2 72\n5 1 2 69\n6 5 1 94\n7 4 1 94\n8 2 0 88\n9 4 3 92\n10 4 4 90\n11 3 3 75\n12 6 2 96\n13 5 4 90\n14 3 4 82\n15 4 4 85\n16 6 5 99\n17 2 1 83\n18 1 0 62\n19 2 1 76\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan regresi linier.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menggunakan <a href=\"https:\/\/www.statsmodels.org\/devel\/generated\/statsmodels.regression.linear_model.OLS.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">fungsi OLS()<\/a> dari pustaka statsmodels untuk melakukan regresi kuadrat terkecil biasa, menggunakan &#8220;jam&#8221; dan &#8220;ujian&#8221; sebagai variabel prediktor dan &#8220;skor&#8221; sebagai variabel respons:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #107d3f;\">import<\/span> statsmodels.api <span style=\"color: #107d3f;\">as<\/span> sm\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define response variable\n<\/span>y = df['score']\n\n<span style=\"color: #008080;\">#define predictor variables\n<\/span>x = df[['hours', 'exams']]\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add constant to predictor variables\n<\/span>x = sm.add_constant(x)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit linear regression model\n<\/span>model = sm.OLS(y, x).fit()\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary\n<\/span>print(model.summary())\n\n                            OLS Regression Results                            \n==================================================== ============================\nDept. Variable: R-squared score: 0.734\nModel: OLS Adj. R-squared: 0.703\nMethod: Least Squares F-statistic: 23.46\nDate: Fri, 24 Jul 2020 Prob (F-statistic): 1.29e-05\nTime: 13:20:31 Log-Likelihood: -60.354\nNo. Observations: 20 AIC: 126.7\nDf Residuals: 17 BIC: 129.7\nDf Model: 2                                         \nCovariance Type: non-robust                                         \n==================================================== ============================\n                 coef std err t P&gt;|t| [0.025 0.975]\n-------------------------------------------------- ----------------------------\nconst 67.6735 2.816 24.033 0.000 61.733 73.614\nhours 5.5557 0.899 6.179 0.000 3.659 7.453\nexams -0.6017 0.914 -0.658 0.519 -2.531 1.327\n==================================================== ============================\nOmnibus: 0.341 Durbin-Watson: 1.506\nProb(Omnibus): 0.843 Jarque-Bera (JB): 0.196\nSkew: -0.216 Prob(JB): 0.907\nKurtosis: 2,782 Cond. No. 10.8\n==================================================== ============================\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan angka paling relevan dalam hasil:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>R kuadrat:<\/strong> <strong>0,734<\/strong> . Ini disebut koefisien determinasi. Ini adalah proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. Dalam contoh ini, 73,4% variasi nilai ujian dijelaskan oleh jumlah jam belajar dan jumlah persiapan ujian yang diambil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>F-statistik: 23.46<\/strong> . Ini adalah statistik F keseluruhan model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah (statistik F): 1.29e-05.<\/strong> Ini adalah nilai p yang terkait dengan statistik F keseluruhan. Hal ini memberitahu kita apakah model regresi secara keseluruhan signifikan secara statistik atau tidak. Dengan kata lain, hal ini memberi tahu kita apakah gabungan kedua variabel prediktor mempunyai hubungan yang signifikan secara statistik dengan variabel respons. Dalam kasus ini, nilai p kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa gabungan variabel prediktor \u201cjam belajar\u201d dan \u201cpersiapan ujian diambil\u201d memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan nilai ujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>koefisien:<\/strong> Koefisien masing-masing variabel prediktor menunjukkan perubahan rata-rata yang diharapkan dalam variabel respons, dengan asumsi variabel prediktor lainnya tetap konstan. Misalnya, untuk setiap tambahan jam yang dihabiskan untuk belajar, nilai ujian rata-rata diperkirakan akan meningkat sebesar <strong>5,56<\/strong> , dengan asumsi bahwa ujian praktik yang diambil tetap konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara lain untuk melihatnya: jika Siswa A dan Siswa B sama-sama mengikuti jumlah ujian persiapan yang sama namun Siswa A belajar satu jam lebih lama, maka Siswa A harus memperoleh skor <strong>5,56<\/strong> poin lebih tinggi daripada siswa B.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menafsirkan koefisien intersep yang berarti bahwa nilai ujian yang diharapkan untuk siswa yang belajar tanpa jam kerja dan tidak mengikuti ujian persiapan adalah <strong>67,67<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>P&gt;|t|.<\/strong> Nilai p individual memberi tahu kita apakah setiap variabel prediktor signifikan secara statistik atau tidak. Kita dapat melihat bahwa \u201cjam\u201d signifikan secara statistik (p = 0,00) sedangkan \u201cujian\u201d <strong>&nbsp;<\/strong> (p = 0,52) tidak signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05. Karena istilah \u201cujian\u201d tidak signifikan secara statistik, kami mungkin memutuskan untuk menghapusnya dari model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Estimasi persamaan regresi:<\/strong> Kita dapat menggunakan koefisien dari keluaran model untuk membuat estimasi persamaan regresi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>nilai ujian = 67,67 + 5,56*(jam) \u2013 0,60*(ujian persiapan)<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan persamaan regresi perkiraan ini untuk menghitung nilai ujian yang diharapkan seorang siswa, berdasarkan jumlah jam belajar dan jumlah ujian praktik yang mereka ambil. Misalnya, seorang siswa yang belajar selama tiga jam dan mengikuti ujian persiapan harus mendapat nilai <strong>83,75<\/strong> :<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Perlu diingat bahwa karena ujian persiapan sebelumnya tidak signifikan secara statistik (p = 0,52), kami mungkin memutuskan untuk menghapusnya karena tidak memberikan perbaikan apa pun pada model secara keseluruhan. Dalam hal ini, kita dapat melakukan regresi linier sederhana hanya dengan menggunakan jam belajar sebagai variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Verifikasi asumsi model.<\/strong><\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda melakukan regresi linier, Anda mungkin ingin memeriksa beberapa asumsi untuk memastikan bahwa hasil model regresi dapat diandalkan. Asumsi tersebut antara lain:<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi #1:<\/strong> Terdapat hubungan linier antara variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Verifikasi asumsi ini dengan membuat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-sisa-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">plot sisa<\/a> yang menampilkan nilai yang sesuai terhadap sisa untuk model regresi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis #2:<\/strong> Independensi residu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Verifikasi hipotesis ini dengan melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/durbin-watson-menguji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji Durbin-Watson<\/a> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis #3:<\/strong> Homoskedastisitas residu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Verifikasi hipotesis ini dengan melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-uji-pagan-breusch\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji Breusch-Pagan<\/a> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi No. 4:<\/strong> Normalitas residu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Verifikasi asumsi ini secara visual menggunakan<a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/beberapa-plot-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">plot QQ<\/a> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Verifikasi hipotesis ini dengan tes formal seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jarque-akan-menjadi-uji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tes Jarque-Bera<\/a> atau <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anderson-cheri-menguji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tes Anderson-Darling<\/a> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi #5:<\/strong> Verifikasi bahwa tidak ada multikolinearitas di antara variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Verifikasi hipotesis tersebut dengan menghitung <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-vive-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">nilai VIF<\/a> masing-masing variabel prediktor.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini terpenuhi, Anda dapat yakin bahwa hasil model regresi linier berganda Anda dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>Anda dapat menemukan kode Python lengkap yang digunakan dalam tutorial ini <a href=\"https:\/\/github.com\/Statorials\/Python-Guides\/blob\/main\/multiple_linear_regression.py\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a> .<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi linier merupakan metode yang dapat kita gunakan untuk memahami hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan variabel respon. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan regresi linier dengan Python. Contoh: regresi linier dengan Python Misalkan kita ingin mengetahui apakah jumlah jam yang dihabiskan untuk belajar dan jumlah ujian praktik yang diambil mempengaruhi nilai yang diterima [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap Regresi Linier dengan Python - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut panduan lengkap cara melakukan regresi linier dengan Python.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap Regresi Linier dengan Python - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut panduan lengkap cara melakukan regresi linier dengan Python.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T10:48:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\",\"name\":\"Panduan Lengkap Regresi Linier dengan Python - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T10:48:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T10:48:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Berikut panduan lengkap cara melakukan regresi linier dengan Python.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap regresi linier dengan python\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap Regresi Linier dengan Python - Statologi","description":"Berikut panduan lengkap cara melakukan regresi linier dengan Python.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap Regresi Linier dengan Python - Statologi","og_description":"Berikut panduan lengkap cara melakukan regresi linier dengan Python.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T10:48:49+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/","name":"Panduan Lengkap Regresi Linier dengan Python - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T10:48:49+00:00","dateModified":"2023-07-28T10:48:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Berikut panduan lengkap cara melakukan regresi linier dengan Python.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap regresi linier dengan python"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/883"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/883\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}