{"id":914,"date":"2023-07-28T08:16:47","date_gmt":"2023-07-28T08:16:47","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/"},"modified":"2023-07-28T08:16:47","modified_gmt":"2023-07-28T08:16:47","slug":"korelasi-parsial-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/","title":{"rendered":"Cara menghitung korelasi parsial di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, kita sering menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">koefisien korelasi Pearson<\/a> untuk mengukur hubungan linier antara dua variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, terkadang kita ingin memahami hubungan antara dua variabel <strong>sambil mengendalikan variabel ketiga<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengukur hubungan antara jumlah jam belajar siswa dan nilai ujian akhir, sambil mengontrol nilai siswa saat ini di kelas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, kita dapat menggunakan <strong>korelasi parsial<\/strong> untuk mengukur hubungan antara jam belajar dan nilai ujian akhir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara menghitung korelasi parsial di R.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: korelasi parsial pada R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita mempunyai kerangka data berikut yang menampilkan nilai saat ini, total jam belajar, dan nilai ujian akhir untuk 10 siswa:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span>\ndf &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (currentGrade = c(82, 88, 75, 74, 93, 97, 83, 90, 90, 80),\n                 hours = c(4, 3, 6, 5, 4, 5, 8, 7, 4, 6),\n                 examScore = c(88, 85, 76, 70, 92, 94, 89, 85, 90, 93))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame\n<\/span>df\n\n   currentGrade hours examScore\n1 82 4 88\n2 88 3 85\n3 75 6 76\n4 74 5 70\n5 93 4 92\n6 97 5 94\n7 83 8 89\n8 90 7 85\n9 90 4 90\n10 80 6 93\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung korelasi parsial antara setiap kombinasi berpasangan variabel dalam kerangka data, kita dapat menggunakan fungsi <strong>pcor()<\/strong> dari <a href=\"https:\/\/cran.r-project.org\/web\/packages\/ppcor\/ppcor.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perpustakaan ppcor<\/a> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (ppcor)<\/span>\n\n#calculate partial correlations<\/span>\npcor(df)\n\n$estimate\n             currentGrade hours examScore\ncurrentGrade 1.0000000 -0.3112341 0.7355673\nhours -0.3112341 1.0000000 0.1906258\nexamScore 0.7355673 0.1906258 1.0000000\n\n$p.value\n             currentGrade hours examScore\ncurrentGrade 0.00000000 0.4149353 0.02389896\nhours 0.41493532 0.0000000 0.62322848\nexamScore 0.02389896 0.6232285 0.00000000\n\n$statistic\n             currentGrade hours examScore\ncurrentGrade 0.0000000 -0.8664833 2.8727185\nhours -0.8664833 0.0000000 0.5137696\nexamScore 2.8727185 0.5137696 0.0000000\n\n$n\n[1] 10\n\n$gp\n[1] 1\n\n$method\n[1] \"pearson\"\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi parsial antara jam belajar dan nilai ujian akhir:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi parsial antara jam belajar dan nilai ujian akhir adalah <strong>0,191<\/strong> , yang menunjukkan korelasi positif yang kecil. Seiring bertambahnya jumlah jam belajar, nilai ujian pun cenderung meningkat, dengan asumsi nilai saat ini tetap konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk korelasi parsial ini adalah <strong>0,623<\/strong> , yang tidak signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi parsial antara nilai saat ini dan nilai ujian akhir:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi parsial antara nilai saat ini dan nilai ujian akhir adalah <strong>0,736<\/strong> , yang menunjukkan korelasi positif yang kuat. Seiring dengan peningkatan nilai saat ini, nilai ujian juga cenderung meningkat, dengan asumsi jumlah jam belajar tetap.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk korelasi parsial ini adalah <strong>0,024<\/strong> , yang signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi parsial antara nilai saat ini dan jam belajar:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Korelasi parsial antara nilai saat ini, jam belajar, dan nilai ujian akhir adalah <strong>-0,311<\/strong> , yang menunjukkan korelasi yang sedikit negatif. Dengan bertambahnya nilai saat ini maka nilai ujian akhir cenderung menurun dengan asumsi nilai ujian akhir tetap.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nilai p<\/a> untuk korelasi parsial ini adalah <strong>0,415<\/strong> , yang tidak signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasilnya juga menunjukkan bahwa metode yang digunakan untuk menghitung korelasi parsial adalah \u201cPearson\u201d.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam fungsi <strong>pcor()<\/strong> , kita juga dapat menentukan &#8220;kendall&#8221; atau &#8220;pearson&#8221; sebagai metode alternatif untuk menghitung korelasi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-spearman-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi rank Spearman di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-silang-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi silang di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-bergulir-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi geser di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/titik-korelasi-biserial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung korelasi titik-biserial di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, kita sering menggunakan koefisien korelasi Pearson untuk mengukur hubungan linier antara dua variabel. Namun, terkadang kita ingin memahami hubungan antara dua variabel sambil mengendalikan variabel ketiga . Misalnya, kita ingin mengukur hubungan antara jumlah jam belajar siswa dan nilai ujian akhir, sambil mengontrol nilai siswa saat ini di kelas. Dalam hal ini, kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung korelasi parsial di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana cara menghitung korelasi parsial di R, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung korelasi parsial di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana cara menghitung korelasi parsial di R, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T08:16:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/\",\"name\":\"Cara menghitung korelasi parsial di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T08:16:47+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T08:16:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana cara menghitung korelasi parsial di R, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung korelasi parsial di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung korelasi parsial di R - Statorials","description":"Penjelasan sederhana cara menghitung korelasi parsial di R, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung korelasi parsial di R - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana cara menghitung korelasi parsial di R, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T08:16:47+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/","name":"Cara menghitung korelasi parsial di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T08:16:47+00:00","dateModified":"2023-07-28T08:16:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana cara menghitung korelasi parsial di R, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/korelasi-parsial-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung korelasi parsial di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/914"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=914"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/914\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}