{"id":928,"date":"2023-07-28T07:07:38","date_gmt":"2023-07-28T07:07:38","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/"},"modified":"2023-07-28T07:07:38","modified_gmt":"2023-07-28T07:07:38","slug":"variabel-instrumental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/","title":{"rendered":"Variabel instrumental: definisi &amp; contoh"},"content":{"rendered":"<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seringkali, dalam statistik, kita berusaha memperkirakan pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. Misalnya, kita mungkin ingin mengetahui:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Bagaimana pengaruh waktu belajar terhadap nilai ujian?<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Bagaimana pengaruh obat tertentu terhadap tekanan darah?<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Bagaimana stres mempengaruhi detak jantung?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam setiap skenario, kami ingin memahami apakah variabel prediktor memengaruhi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">variabel respons<\/a> atau tidak. Namun seringkali terdapat variabel lain yang mempengaruhi hubungan kedua variabel tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita menggunakan obat tertentu sebagai variabel prediktor dan tekanan darah sebagai variabel respon. Kami hanya tertarik pada efek obat pada tekanan darah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-9826 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale1.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"134\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, variabel lain seperti waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, pola makan umum, dan tingkat stres juga mempengaruhi tekanan darah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-9827 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale2.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"\" width=\"378\" height=\"169\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, jika kita melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi linier sederhana<\/a> dengan menggunakan obat sebagai variabel prediktor dan tekanan darah sebagai variabel respon, kita tidak dapat yakin bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">koefisien regresi<\/a> akan secara akurat menangkap pengaruh obat terhadap tekanan darah, karena faktor eksternal (olahraga, pola makan, stres, dll.) juga bisa berperan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara potensial untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan <strong>variabel instrumental<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang dimaksud dengan variabel instrumental?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel instrumental<\/strong> adalah variabel ketiga yang dimasukkan ke dalam analisis regresi yang berkorelasi dengan variabel prediktor, tetapi tidak berkorelasi dengan variabel respon. Dengan menggunakan variabel ini, dimungkinkan untuk memperkirakan pengaruh kausal sebenarnya yang dimiliki variabel prediktor terhadap variabel respons.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin memperkirakan pengaruh obat tertentu terhadap tekanan darah:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-9826 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale1.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"134\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh variabel instrumental yang dapat kita gunakan dalam analisis regresi ini adalah kedekatan individu dengan apotek.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Variabel &#8220;kedekatan&#8221; ini kemungkinan besar akan sangat berkorelasi dengan apakah seseorang meminum obat tersebut atau tidak, karena seseorang tidak akan bisa mendapatkannya jika dia tidak tinggal di dekat apotek.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-9831 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale3.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"\" width=\"399\" height=\"149\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, variabel \u201ckedekatan\u201d seharusnya tidak memiliki korelasi dengan tekanan darah. Satu-satunya hubungan dengan tekanan darah adalah melalui variabel prediktor.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-9832 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale4.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"Variabel instrumental\" width=\"400\" height=\"206\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara kita sebenarnya menggunakan variabel instrumental adalah dengan melakukan regresi variabel instrumental, terkadang disebut <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Instrumental_variables_estimation#Interpretation_as_two-stage_least_squares\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">regresi kuadrat terkecil dua tahap<\/a> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi variabel instrumental<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi variabel instrumental (atau regresi kuadrat terkecil dua tahap) menggunakan pendekatan berikut untuk memperkirakan pengaruh variabel prediktor terhadap variabel respons:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Sesuaikan model regresi dengan menggunakan variabel instrumental sebagai variabel prediktor.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh spesifik kami, pertama-tama kami akan menyesuaikan model regresi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Obat-obatan tertentu = B <sub>0<\/sub> + B <sub>1<\/sub> (kedekatan)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita kemudian akan mendapatkan nilai prediksi untuk obat-obatan tertentu (cd), yang kita sebut cd <sub>hat<\/sub> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Pasangkan model regresi kedua menggunakan nilai prediksi cd <sub>hat<\/sub> .<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menyesuaikan model regresi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tekanan darah = B <sub>0<\/sub> + B <sub>1<\/sub> (cd <sub>topi<\/sub> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika koefisien regresi cd <sub>hat<\/sub> signifikan secara statistik, maka kita dapat mengatakan bahwa terdapat efek kausal obat terhadap tekanan darah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alasan kami mengatakan ini adalah karena kami hanya menggunakan istilah &#8220;kedekatan&#8221; untuk membuat CD <sub>Hat<\/sub> dan kami tahu bahwa kedekatan tidak boleh berkorelasi dengan tekanan darah, korelasi signifikan apa pun dalam regresi tahap kedua mungkin disebabkan oleh obat tertentu.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tindakan pencegahan mengenai penggunaan variabel instrumental<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Variabel instrumental hanya boleh digunakan jika memenuhi kriteria berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini berkorelasi kuat dengan variabel prediktif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini tidak berkorelasi dengan variabel respon.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini tidak berkorelasi dengan variabel lain yang dikecualikan dari model (misalnya, kedekatan tidak berkorelasi dengan olahraga, pola makan, atau stres).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika suatu variabel instrumental tidak memenuhi kriteria ini, maka variabel tersebut tidak boleh digunakan dalam model regresi karena kemungkinan besar akan memberikan hasil yang tidak dapat diandalkan dan bias.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seringkali, dalam statistik, kita berusaha memperkirakan pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. Misalnya, kita mungkin ingin mengetahui: Bagaimana pengaruh waktu belajar terhadap nilai ujian? Bagaimana pengaruh obat tertentu terhadap tekanan darah? Bagaimana stres mempengaruhi detak jantung? Dalam setiap skenario, kami ingin memahami apakah variabel prediktor memengaruhi variabel respons atau tidak. Namun seringkali terdapat variabel lain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Variabel instrumental: definisi dan contoh - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengenalan sederhana tentang variabel instrumental, termasuk definisi dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Variabel instrumental: definisi dan contoh - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengenalan sederhana tentang variabel instrumental, termasuk definisi dan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T07:07:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/\",\"name\":\"Variabel instrumental: definisi dan contoh - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T07:07:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T07:07:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Pengenalan sederhana tentang variabel instrumental, termasuk definisi dan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Variabel instrumental: definisi &amp; contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Variabel instrumental: definisi dan contoh - Statorial","description":"Pengenalan sederhana tentang variabel instrumental, termasuk definisi dan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Variabel instrumental: definisi dan contoh - Statorial","og_description":"Pengenalan sederhana tentang variabel instrumental, termasuk definisi dan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T07:07:38+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/variable-instrumentale1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/","name":"Variabel instrumental: definisi dan contoh - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T07:07:38+00:00","dateModified":"2023-07-28T07:07:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Pengenalan sederhana tentang variabel instrumental, termasuk definisi dan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-instrumental\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Variabel instrumental: definisi &amp; contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/928"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/928\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}