{"id":950,"date":"2023-07-28T05:24:43","date_gmt":"2023-07-28T05:24:43","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/"},"modified":"2023-07-28T05:24:43","modified_gmt":"2023-07-28T05:24:43","slug":"uji-f-vs-uji-t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/","title":{"rendered":"Uji f dan uji t: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua uji statistik yang sering membingungkan siswa adalah <strong>Uji F<\/strong> dan <strong>Uji T.<\/strong> Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kedua tes tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes F: dasar-dasarnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji F<\/strong> digunakan untuk menguji apakah dua varian populasi sama. Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03c3 <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> = \u03c3 <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> (varians populasi sama)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> :<\/strong> \u03c3 <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> \u2260 \u03c3 <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> (varians populasi <em>tidak<\/em> sama)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji F dihitung sebagai s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> \/ s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p dari statistik uji berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (pilihan umum adalah 0,10, 0,05, dan 0,01), maka hipotesis nol ditolak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Uji F untuk variansi yang sama<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang peneliti ingin mengetahui apakah variasi tinggi antara dua spesies tumbuhan itu sama. Untuk mengujinya, dia mengumpulkan sampel acak sebanyak 20 tanaman dari setiap populasi dan menghitung varians sampel untuk setiap sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji F ternyata 4,38712 dan nilai p yang sesuai adalah 0,0191. Karena nilai p ini kurang dari 0,05, maka hipotesis nol uji F ditolak. Artinya, terdapat cukup bukti yang menyatakan bahwa perbedaan tinggi antara kedua jenis tumbuhan tersebut <em>tidak<\/em> sama.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes T: dasar-dasarnya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t dua sampel<\/strong> digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji-t dua sampel selalu menggunakan hipotesis nol berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> = \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata kedua populasi adalah sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis alternatif dapat bersifat bilateral, kiri atau kanan:<\/span><\/p>\n<ul data-slot-rendered-dynamic=\"true\">\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> (dua sisi):<\/strong> \u03bc <strong><sub>1<\/sub><\/strong> \u2260 \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata kedua populasi tidak sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> (kiri):<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> &lt; \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata populasi 1 lebih rendah dibandingkan rata-rata populasi 2)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> (kanan):<\/strong> \u03bc <strong><sub>1<\/sub><\/strong> &gt; \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata populasi 1 lebih besar dari rata-rata populasi 2)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Statistik pengujian:<\/strong> ( <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> <sub>1<\/sub> \u2013 <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> <sub>2<\/sub> ) \/ s <sub>p<\/sub> (\u221a1\/n <sub>1<\/sub> + 1\/n <sub>2<\/sub> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> <sub>1<\/sub> dan <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> <sub>2<\/sub> adalah mean sampel, n <sub>1<\/sub> dan n <sub>2<\/sub> adalah ukuran sampel, dan dimana s <sub>p<\/sub> dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s <sub>p<\/sub><\/strong> = \u221a (n <sub>1<\/sub> -1)s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> + (n <sub>2<\/sub> -1)s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> \/ (n <sub>1<\/sub> +n <sub>2<\/sub> -2)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> dan s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> adalah varians sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p yang sesuai dengan statistik uji-t dengan derajat kebebasan (n <sub>1<\/sub> + n <sub>2<\/sub> -1) lebih kecil dari tingkat signifikansi yang Anda pilih (pilihan umum adalah 0,10, 0,05, dan 0, 01), maka Anda dapat menolak hipotesis nol. .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: uji t dua sampel<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang peneliti ingin mengetahui apakah rata-rata tinggi antara dua jenis tumbuhan adalah sama. Untuk mengujinya, dia mengumpulkan sampel acak sebanyak 20 tanaman dari setiap populasi dan menghitung rata-rata setiap sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji-t ternyata 1,251 dan nilai p yang sesuai adalah 0,2148. Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, maka hipotesis nol dari uji T gagal ditolak. Artinya, tidak memiliki cukup bukti untuk menyatakan bahwa rata-rata tinggi badan kedua jenis tumbuhan ini berbeda.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes F atau tes T: kapan menggunakannya?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami biasanya menggunakan <strong>uji-F<\/strong> untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah dua sampel berasal dari populasi dengan varian yang sama?<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah perlakuan atau proses baru mengurangi variabilitas perlakuan atau proses saat ini?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan kami biasanya menggunakan <strong>uji-T<\/strong> untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah rata-rata dua populasi sama? (Kami menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-dua-sampel-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji-t dua sampel<\/a> untuk menjawab pertanyaan ini)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah rata-rata suatu populasi sama dengan nilai tertentu? (Kami menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">uji-t satu sampel<\/a> untuk menjawab pertanyaan ini)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengantar Pengujian Hipotesis<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/contoh-kalkulator-uji-t\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Contoh kalkulator uji-t<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/ta-menguji-kalkulator-dua-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kalkulator uji-t dua sampel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua uji statistik yang sering membingungkan siswa adalah Uji F dan Uji T. Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara kedua tes tersebut. Tes F: dasar-dasarnya Uji F digunakan untuk menguji apakah dua varian populasi sama. Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut: H 0 : \u03c3 1 2 = \u03c3 2 2 (varians [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Uji F atau uji T: apa bedanya? - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana perbedaan uji F dan uji T beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Uji F atau uji T: apa bedanya? - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana perbedaan uji F dan uji T beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T05:24:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/\",\"name\":\"Uji F atau uji T: apa bedanya? - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T05:24:43+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T05:24:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana perbedaan uji F dan uji T beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Uji f dan uji t: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Uji F atau uji T: apa bedanya? - Statologi","description":"Penjelasan sederhana perbedaan uji F dan uji T beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Uji F atau uji T: apa bedanya? - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana perbedaan uji F dan uji T beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T05:24:43+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/","name":"Uji F atau uji T: apa bedanya? - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T05:24:43+00:00","dateModified":"2023-07-28T05:24:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana perbedaan uji F dan uji T beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-f-vs-uji-t\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Uji f dan uji t: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/950"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/950\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}